A Wolf became A Lion
Bantul, Yogyakarta. 6 November 2021.
Pernahkah kalian merasa bahwa kalian "Different Breed"?
Merasa berbeda dari orang sekitar meski sejatinya mengerti bahwa setiap orang tidak ada yang sama.
Mungkin ini yang terjadi padaku karena sedari dulu selalu melakukan apapun sendiri.
"Melakukan sesuatu dengan orang lain hanya memperlambat dan memperumit pekerjaan".
Seorang "Lone Wolf"', banyak orang yang menyebutnya. Seekor serigala yang tidak hidup bersama kerumunanya, ibarat dilahirkan berbeda.
Tapi beberapa waktu terakhir, aku memiliki tujuan yang ingin aku capai. Apapun yang terjadi.
Dalam perjalananku, aku menemukan filosofi seekor singa.
Filosofi ini merubah manuver jalan hidupku, mungkin untuk selamanya.
"Kenapa singa dapat menjadi raja hutan? Dia bukan yang terpintar, karena mungkin itu hyena. Dia bukan yang tercepat, karena mungkin itu cheetah. Dia bukan yang terbesar, karena mungkin itu gajah. Singa memiliki mentalitas raja"
Apa yang dilakukan singa ketika melihat rusa? Dia mengejarnya, apapun yang terjadi. Eyes on goals.
Lion Mentality ini yang merubah pola pikirku dalam mengejar imipanku.
Disisi lain, aku menyadari bahwa singa tidak pernah hidup sendiri, sama seperti serigala. Lalu apa yang membuat serigala dan singa berbeda?
Mentalitas. Lagi.
Seekor singa kuat sendiri, namun tak terkalahkan dengan kerumunanya. Seekor serigala selalu membutuhkan kerumunanya. "Wolf Pack Mentality".
Dan dalam menggapai mimpiku ini, aku ingin menjadi yang tak terkalahkan. Aku ingin menang tanpa ada pertanyaan "kenapa bisa aku menang?". I want to win, and I want to win BIG.
Sejak itu aku mulai membuka diri untuk hidup dengan kerumunan. Menggapai mimpiku dengan orang lain. Memberikan benefit kepada orang lain sebagaimana mereka memberi benefit kepadaku, meski bukan dalam waktu instan.
The Lone Wolf has turned into A Lion
Komentar
Posting Komentar